SATU HATI
Rabu, 10 Oktober 2012
saya adalah ketua kelas di tphpi satu dan kami anak taruna membentuk sebuah team fotsall yang diberi nama F.C.A.G yangterdiri dari ;
muhammad agung m
ikhsanuddin
muhammad asyafir
zaenuddin
yusef git m
rizky zarkasih
jumali
moh.naharun
ardi waryadi
firman k
riki nurohman
mukamat jaiz
rizal arifudin
waryono
sutono
abdul ajiz
muhammad agung m
ikhsanuddin
muhammad asyafir
zaenuddin
yusef git m
rizky zarkasih
jumali
moh.naharun
ardi waryadi
firman k
riki nurohman
mukamat jaiz
rizal arifudin
waryono
sutono
abdul ajiz
KANGEN
Kangen
Ku terima suratmu dan ku baca dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu akan ahirnya diriku
Di dalam hari-harimu.. bersama lagi....
kau bertanya padaku kapan aku akan kembali lagi
Katamu kata kasar melawan gejolak didalam dada
Yang membara menahan rasa .. pertemuan kita nanti
Saat kau ada disisi ku..
Semua kata rindumu semakin membujat ku
Tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kanmu
Ku akan pulang..aa
Melepas semua kerinduan
Yang terpendam...
Kau tuliskan pdaku kata
cinta yang manis dalam suratmu
Kau katakan padakukau
ingindi dalam pelukmu
Dan belai lmbut kasihmu
takkan ku lupa selamanya..
Saat bersama dirimu Selasa, 09 Oktober 2012
peghargaan
Jika hati terluka karena
cinta
Maka hanyalah cinta pula yang mampumenghapus luka
itu
Sadarkah kamu.....??????????
Bahwa menyakiti orang yang menyayangimu itu akan
membuat luka yang sangat mendalam unyuk dirimu sendiri
Untuk itu,, jagalah orang yang benar-benar menyayangimu sebelum dia letih
dan memilih untuk meninggalkan kamu
Ketika dia
jauh dari pandangan mu...!!!
Disitulah kamu akan merasa sadar bahwa dirimu
telah kehilangan sosok yang mampu menerimamudengan apa adanya
Jagalah perasaan
dan cintailaah dia dengan sepenuh hatimu
derita
Derita luka
Dalam derita ku telan
pehit air mata
Alam sendiri ku hirup
parfum nestapa
Nurani tercabik sembiluh
duka
Sanubarimenjerit tanpa suara sesat didada
Menahan duka isak tangis
mengalun tanpa nada
Melodi kesedihan
bernostalgia berirama disisi telinga
Cemiti sengsara terayun
mencabik sukma
Hingga menggores luka di
dada
suara hati
Suara hati
Disini aku masih termangu rindu diantara ranting dan pohon kering terselip rsa
cemas saat waktu terus saja menghabiskan sepi que
Rindu ini menghujat janji, kapan semua ini akan berakhir?
Kau lukai,kau sakiti,kau dustai dan kau khianati
Seakan hidup ini penuh dengan duri-duri kehidupan
Namun hayalan bodohku itu bertolak dengan
realita
Aku
terus berfikir????
Kapan semua yah akan berakhir............
Namun aku akan selalu tetap bertahan daam relung
gejolak hidup ini
Senin, 08 Oktober 2012
cahaya
TANGISAN PERTAMA MEMBAWA
CAHAYA
Cerpen Rudi Al-Farisi
Malam yang dingin itu, lutfi masih saja asyik dengan kebiasaan lamanya. Mabuk mabukan, judi dengan ditemani wanita seksi, sudah biasa dalam kehidupannya. Disaat semua orang terlena dengan mimpi mimpi tidurnya, ia malah makin nikmat dengan permainan maksiatnya.
Tiba tiba hp nya berdering tanda sms masuk.
Sebentar kawan…ucap lutfi.
Segera pulang,
istrimu sedang dirumah sakit,
ia akan melahirkan.
Spontan ia terkejut. Lalu bergegas menghidupkan sepeda motornya. Sampai dirumah sakit. Mertuanya langsung menyemprot nya dengan bumbu bumbu ceramah. Ia tak ambil pusing, segera saja ia bertanya kepada dokter tentang keadaan istrinya.
Lutfi memang termasuk bandit. Semua orang mengetahuinya. Tetapi ia tidak bisa menghilangkan rasa cintanya pada sang istri yang begitu sabar menghadapi sifat bejatnya.
Pernah suatu ketika, ia tertangkap oleh polisi dan dipenjara beberapa bulan. Hanya istrinya yang selalu setia menjenguk dan membawakan makanan ke penjara. Guna menjaga gizi sang suami tercinta. Itu terjadi pada saat bulan kedua pernikahannya.
Dok. Gimana kondisi istriku…” Tanya lutfi pada dokter.
Tenang pak.. istri bapak besok akan segera kita operasi. Air ketubannya sudah kering. Sekarang kita bantu dengan infus, kita akan persiapkan semuanya. Tolong pak, diurus administrasinya”. Jelas dokter.
Baik pak.. saya minta tolong pak, berikan yang terbaik untuk istri saya..”.
Melihat suasana itu, mertuanya terlihat luluh, memang lutfi dikenal masyarakat sebagai pemuda yang brandal, mungkin karena umurnya yang masih muda, tetapi didalam relung hatinya, ia sangat mencintai istrinya.
* * * *
Cerpen Rudi Al-Farisi
Malam yang dingin itu, lutfi masih saja asyik dengan kebiasaan lamanya. Mabuk mabukan, judi dengan ditemani wanita seksi, sudah biasa dalam kehidupannya. Disaat semua orang terlena dengan mimpi mimpi tidurnya, ia malah makin nikmat dengan permainan maksiatnya.
Tiba tiba hp nya berdering tanda sms masuk.
Sebentar kawan…ucap lutfi.
Segera pulang,
istrimu sedang dirumah sakit,
ia akan melahirkan.
Spontan ia terkejut. Lalu bergegas menghidupkan sepeda motornya. Sampai dirumah sakit. Mertuanya langsung menyemprot nya dengan bumbu bumbu ceramah. Ia tak ambil pusing, segera saja ia bertanya kepada dokter tentang keadaan istrinya.
Lutfi memang termasuk bandit. Semua orang mengetahuinya. Tetapi ia tidak bisa menghilangkan rasa cintanya pada sang istri yang begitu sabar menghadapi sifat bejatnya.
Pernah suatu ketika, ia tertangkap oleh polisi dan dipenjara beberapa bulan. Hanya istrinya yang selalu setia menjenguk dan membawakan makanan ke penjara. Guna menjaga gizi sang suami tercinta. Itu terjadi pada saat bulan kedua pernikahannya.
Dok. Gimana kondisi istriku…” Tanya lutfi pada dokter.
Tenang pak.. istri bapak besok akan segera kita operasi. Air ketubannya sudah kering. Sekarang kita bantu dengan infus, kita akan persiapkan semuanya. Tolong pak, diurus administrasinya”. Jelas dokter.
Baik pak.. saya minta tolong pak, berikan yang terbaik untuk istri saya..”.
Melihat suasana itu, mertuanya terlihat luluh, memang lutfi dikenal masyarakat sebagai pemuda yang brandal, mungkin karena umurnya yang masih muda, tetapi didalam relung hatinya, ia sangat mencintai istrinya.
* * * *
Didepan kamar operasi, keluarga dan tetangga dekat telah menunggu apa yang akan terjadi. Tiba tiba pintu ruang operasi terbuka, setelah dua jam mereka menunggu.
Siapa ayahnya,,” suara perawat memecah kerisauan.
Saya mbak..” jawab lutfi spontan.
Selamat pak,,,” anak bapak laki laki.. ucap suster.
ALHAMDULILLAHHHH”. Teriak serentak diruangan itu.
“ Istri saya gimana mbak…
“ Tenang pak,,lagi dalam pemulihan, ia tak apa apa. Masih dalam efek bius. Lebih baik bapak ikut saya keruang incubator, biar sikecil langsung di azankan. Jelas mbak perawat.
Azan”..teriak halus bibirnya.
Seketika mendengar seruan untuk mengazankan anaknya. Sontak kaki lutfi kaku bagai tak ada refleks untuk bergerak. Ia diam membisu, bibirnya gemetar, ia bingung dengan apa yang terjadi. Keluarga yang melihat kejadian itu, tidak begitu kaget, karena lutfi dikenal sebagai sosok yang tak tahu soal agama.
Sholat aja tak pernah apalagi bacaannya”. Celetuk bibir usil salah satu keluarga.
“ Ba…baik mbak..” jawab lutfi terbata.
Di ruang incubator, lutfi mengumandangkan azan ditelinga kanan putranya. Ia memang tak pernah sholat, tapi ia sering mendengar suara azan berkumandang di mesjid dekat rumahnya. Ia masih ingat nada nada seruan sholat itu, walaupun tidak tau artinya tapi ia ingat betul urutannya.
“ ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR..”
“ LAAILAHAILLALLAHU..”
Keluarga yang sedang penasaran ingin melihat sang bayi, tepat didepan pintu ruang incubator terkejut, heran, kagum, haru, menyaksikan suasana itu. Bisa juga ya… anak itu azan”. Celetuk bibir ibu mertuanya.
Lutfi yang terdiam kaku melihat wajah bayi mungil itu, tak terasa matanya basah meneteskan air bening hingga membasahi pipinya, kakinya kaku bagai dipasung, badannya oleng tak seimbang hingga akhirnya ia roboh, membentuk posisi sujud kepada Rabb nya. Ia bingung dengan kondisi dirinya.
“ apa yang terjadi…lirih hatinya kebingungan.
Keluarganya diluar lebih kaget melihat lutfi dengan posisi sujud itu. Adik ipar yang hendak masuk untuk menolong abang iparnya itu dilarang pak mansyur tetangga lutfi yang ikut menjeguk.
Biarkan saja, hidayah ALLAH sedang berproses pada dirinya. Jawab pak mansyur, takmir mesjid dekat rumahnya.
Keluarga, tetangga dan para penjeguk dari teman temannya, haru terdiam melihat suasana itu. Malah ibu mertuanya menangis menyaksikan peristiwa itu.
Lutfi masih sujud, air matanya sudah menggenangi lantai ruangan itu. Sudah sepuluh menit ia dibiarkan begitu, tubuhnya yang masih lemas tiba tiba bangkit mendengar tangisan putranya, seakan putranya tahu kondisi ayahnya. Dan menangis memecah suasana. Tangisan itulah yang membawa cahaya bagi hidupnya.
Langganan:
Komentar (Atom)










